Bagaimana Cara Kerja Pembayaran Facebook Ads?

 
Cara Kerja Pembayaran Facebook Ads

Bagaimana Cara Kerja Pembayaran Facebook Ads?

Kalau teman-teman menggunakan Facebook untuk beriklan, mungkin teman-teman akan bertanya, “Berapa saya harus melakukan bid untuk pembayaran iklan yang saya pasang?” Saya sering menggunakan iklan di Facebook untuk bisnis saya, juga sering menanyakan hal yang sama.

Pertanyaan lainnya adalah, “Apakah menggunakan CPC atau CPM, lalu berapa bid-nya?”

Seperti kita ketahui Facebook menggunakan sistem lelang atau biddi

ng untuk menentukan harga ads yang dipasang di website mereka, baik itu berupa iklan di sidebar sebelah kanan, maupun iklan di beranda (news feed). Sistem bid yang disediakan Facebook ada dua macam, yaitu CPC (Cost Per Click) dan CPM (Cost Per Million).

Dimana CPC adalah harga yang dibayar berdasarkan banyaknya klik pada iklan yang dipasang. Sedangkan CPM adalah harga yang dibayar berdasarkan banyaknya penayangan iklan.

Disamping membebaskan user untuk memberikan nilai bid secara manual, Facebook juga menyediakan fasilitas otomatis untuk melakukan bid ini. Yaitu Optimized for Impression dan Optimized for Click.

Kembali lagi kepada pertanyaan di paragraph awal artikel ini, jawabannya akan bervariasi. Disini saya coba menjelaskan konsep yang bisa kita pegang dalam menentukan nilai bid sehingga dapat memaksimalkan budget iklan kita.

Ketika membuat iklan, hal pertama yang kita lakukan adalah membuat iklannya, yaitu menentukan gambar, headline, dan text iklan yang kita inginkan.

Kedua adalah menentukan target audience untuk iklan kita, bisa berdasarkan gender, lokasi, interest, dan lain sebagainya di bagian filtering.

Terakhir adalah menentukan berapa budget yang kita sediakan untuk beriklan. Nah, disinilah yang agak membingungkan. Kita akan bahas pelan-pelan.

Facebook akan memberikan nilai rekomendasi berapa angka bid yang bisa kita gunakan dalam beriklan. Nilai tersebut memiliki range, dari nilai rekomendasi terendah sampai yang paling tinggi.

Range nilai ini dibuat berdasarkan angka bid yang dibuat oleh banyak pengiklan lainnya yang memiliki target iklan yang mirip dengan kita.

Logikanya jika kita ingin iklan kita tampil, maka angka bid kita harus lebih tinggi dari angka bid pengiklan lain.

Sebentar, tapi bagaimana jika kita terlalu tinggi menentukan angka bid? Facebook secara otomatis akan memberikan diskon terhadap angka bid kita tersebut.

Sehingga kita hanya akan membayar sesuai dengan nilai yang dibutuhkan untuk memenangkan lelang/bidding dari pengiklan lainnya.

Misalnya saja kita menentukan angka bid sebesar $1 untuk setiap klik, ternyata iklan kita bisa tampil setelah memenangkan lelang dengan nilai $0,6, maka Facebook hanya akan menagih pembayaran kepada kita sebesar $0,6.

Menurut Facebook, tujuan dari proses ini adalah untuk membantu menentukan harga iklan secara otomatis tanpa kita harus mengubah-ubahnya setiap saat untuk mendapatkan ROI yang maksimum.

Facebook menganjurkan kita untuk memberikan angka bid maksimum agar iklan kita bisa selalu menang dalam lelang dan proses itu dilakukan otomatis oleh sistem untuk mendapatkan harga yang kompetitif.

Sebenarnya ada faktor lain yang menentukan harga iklan, yaitu past performance dari iklan yang kita pasang.

Kalau iklan kita memiliki performance yang baik, Facebook akan menampilkan iklan kita kepada audience lebih sering, karena Facebook berkepentingan mendapatkan bayaran.

Menurut Facebook, iklan diranking berdasarkan eCPM, yaitu perhitungan bid CPC x click-through rate (CTR) = eCPM. eCPM yang bagus akan lebih sering ditayangkan sehingga bisa mendapatkan klik lebih banyak. Makin tinggi nilai CTR, maka harga iklan akan makin murah.

Masih menurut Facebook, jika sebuah iklan memiliki performance yang tidak bagus pada saat awal penayangannya, maka iklan akan lebih jarang ditayangkan.

Maka sangat dianjurkan untuk selalu memantau CTR iklan dari ads manager untuk memastikan iklan kita memiliki performance yang baik.

Jadi sekarang berapa kita harus membayar untuk penayangan iklan? Kita harus menentukan budget terlebih dahulu. Budget bisa berupa nilai maksimum dalam satu hari atau nilai secara lifetime.

Jika kita menentukan nilai maksimum untuk satu hari, maka iklan akan ditayangkan sampai budget tersebut habis dalam hari yang bersangkutan.

Setelahnya, iklan tidak akan ditayangkan lagi di hari yang sama. Sedangkan lifetime budget memungkinkan iklan kita ditayangkan terus menerus sampai budget yang ditentukan tercapai, tidak berdasarkan hari yang sedang berjalan.
Teknologi Tips
Posting Komentar
komentar teratas
Terbaru dulu
Daftar Isi
Tautan berhasil disalin.